New ARVILLA MUSIK Di Sungai Pakit

Inilah malam puncak acara yang di adakan oleh pemerintah Desa Sungai Pakit, Dalam Rangka memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke 69 Pemerintah Desa Sungai Pakit mengadakan banyak acara; di antaranya di adakannya banyak macam perlombaan sampai hiburan. hal itu bertujuan Supaya kita jangan sampai lupa akan jasa-jasa para pejuang kita terdahulu yang telah membawa indonesia ke zaman sekarang (zaman kemerdekaan).

Acara di buka dengan menyanyikan kan lagu Indonesia Raya Dan di lanjutkan dengan lagu 17 agustus yang di pandu oleh bu luky guru SD negeri di Desa Sungai Pakit. selanjutnya acara di lanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat, dan di lanjutkan Pembagian Hadiah dan Do'a yang di pimpin oleh beliau mbah yai lahuri, setelah itu hiburan di mulai.

hiburan di meriahkan oleh orkes dari "NEW ARVILLA MUSIK" pimpinan dari bapak Zaenuri dari Desa Aminjaya.

Kuda Lumping Di Sungai Pakit

selain mengadakan banyak perlombaan, pemerintah Desa Sungai Pakit juga mengadakan pertunjukan hiburan kuda lumping yang di mainkan oleh warga desa Sungai pakit sendiri,Alhamdulillah walaupun desa sungai pakit terhitung Desa Baru tapi Sudah mampu mendirikin dan bisa melestarikan kesenian tradisional yang hampir punah tergerus arus globalisasi ini, dan sebagai penutup nanti malam akan di adakan hiburan orgen tunggal, yang sebelumnya akan di mulai dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang dalam perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Yang ke 69. Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda .

beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan , kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di kalimantan,Sumatera dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia ,Suriname, Hongkong, Jepang dan Amerika. Pada fragmen Buto Lawas, ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Pada bagian inilah, para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau kerasukan roh halus. Para penonton pun tidak luput dari fenomena kerasukan ini. Banyak warga sekitar yang menyaksikan pagelaran menjadi kesurupan dan ikut menari bersama para penari. Dalam keadaan tidak sadar, mereka terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya. Untuk memulihkan kesadaran para penari dan penonton yang kerasukan, dalam setiap pagelaran selalu hadir para warok, yaitu orang yang memiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali melalui baju serba hitam bergaris merah dengan kumis tebal. Para warok ini akan memberikan penawar hingga kesadaran para penari maupun penonton kembali pulih.

17-san Di Sungai Pakit

Lomba Balap Karung

Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas. Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Lomba Balap Kelereng

Balap Kelereng sangat populer juga saat hari kemerdekaan Lomba ini memerlukan kehati-hatian dan keseimbangan tubuh. Kelereng yang anda bawa di sendok makan yang terjepit di mulut anda bisa kapan saja jatuh. Mata harus tetap mengawasi gerak si kelereng di sendok anda hingga di garis finish. Yang berhasil membawa kelereng sampai di garis finish tanpa jatuh dialah pemenangnya.

Lomba Makan Kerupuk

Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain. Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.

Gambar Lomba ini di adakan di Desa Sungai Pakit

Dalam Rangka HUT RI Ke 69

peringatan hari kemerdekaan RI yg ke 69 sangat terasa meriahnya di Desa Sungai Pakit kecamatan pangkalan banteng kabupaten kotawaringin barat. seperti terlihat di foto betapa ibu-ibu dan anak-anak sangat bersemangat mengikuti perlombaan Tarik Tambang yang di adakan oleh pemerintah Desa Sungai pakit.

Pengertian Tarik Tambang

Tarik tambang adalah permainan sederhana yang sangat digemari oleh hampir semua masyarakat. Di samping karena permainan ini tidak memerlukantempat dan peralatan khusus, juga aturan permainannya sangat praktis dansederhana. Asalkan tersedia sebuah tanah lapang yang kosong seukuran lapangan bulu tangkis atau bahkan lebih sempit dari itu beserta seutas tambang yang kuat, permainan ini pun bisa dimainkan.

Tidak ada aturan berapa jumlah pemainnya asalkan jumlahnya untuk tiap tim berimbang. Aturan mainnya pun sederhana, masing-masing tim memegang ujung-ujung tambang, menunggu aba-aba dari wasit untuk mulai menarik tim lawan yang berada diujung tambang yang lain. Tim yang berhasil menarik tim lawan sampai melewati suatu garis batas tertentu yangtelah ditetapkan dinyatakan sebagai pemenang.Karena kesederhanaan dan kemeriahan permainan ini, hampir di setiap tempat permainan ini akan menjadi permainan yang pasti digelar dalam perayaan tujuh-belas-agustusan.

Adanya lomba tarik tambang tahun ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam acara tahunan tersebut.Di hari pertama, lomba yang memerlukan energi besar ini dilaksanakan di sekitaran Kantor Desa. Acara dimulai pada pukul 01.00 WIB. Tampak antusias dan semangat dari peserta ketika mengikuti perlombaan ini. Pertandingan dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama, pertandingan antar anak-anak dan yang kedua adalah pertandingan antar peserta perempuan/ ibu-ibu. Perlombaan yang terjadi sangat seru. Kedua pihak saling mempertahankan kekuatan satu sama lain agar menjadi pemenang. Kriteria untuk menjadi pemenang adalah ketika peserta berhasil menarik batas tambang lawan hingga melewati batas tengah yang ditentukan oleh panitia. Tiap peserta diberi tiga kali kesempatan untuk menaklukkan lawan.Meskipun melelahkan, namun acara ini mampu menambah kekompakan warga, mempererat tali silaturahmi dan juga olahraga otot bagi para peserta.

kegiatan ini meliputi; panjat pinang, makan krupuk, balap karung, tarik tambang, puzle, dan banyak lagi. Rencananya, kegiatan ini diperkirakan akan berlangsung dua hari.

rumah bengkel hangus terbakar

Kebakaran terjadi lagi, kali ini kebakaran menimpa yoyok warga Desa sungai pakit dusun dua kecamatan pangkalan banteng kabupaten kota waringin barat. rumah yang juga di jadi kan sebagai bengkel sepeda motor hangus terbakar.

Awal mula kebakaran di saat ibunya menuangkan bensin ke jurigen di saat bersamaan pula anaknya yang masih kecil menyalakan korek api, alhasil api langsung menyambar bensin

spontan saja bensin terbakar dan menyambar sepeda motor yang berada di dekatnya.

tidak ada korban jiwa namun kerugian di dafsir kan mencapai ratusan juta rupiah

ular sawa vs pemuda desa

mungkin sebagian besar dr kita begitu dengar kata2 ular, yg terbesik dlm hati adalah rasa jijik,takut dll. apalagi ular sawa, ga bisa bayangin deh pokoknya. tau ga bero ular sawa ini tergolong jenis ular predator,konon menurut cerita kebanyakan orang ular ini pernah makan manusia,babi,ayam,tikus dan lain sebagainya. pokoknya serem deh..! tapi bero lain halnya dengan pemuda yang satu ini, pemuda desa asal desa sungai pakit kecamatan pangkalan banteng kab:kota waringin barat.

Rohman begitulah orang-orang di kampung memanggilnya,pemuda desa ini begitu beraninya, liat saja bero aksinya.

gi mana exstrim kan, terus terang bero kalau aku, jagankan kaya si Rohman ini ngelihat aja serem apalagi kaya gitu, hadew ampun...bero. (wes yo bero sak menewae, hatur nuwun)

Perbaikan Jalan Poros: RT 01

Desa Sungai Pakit: memang mulai banyak-banyak berbenah,dua alat berat hari ini sedang memperbaiki jalan poros desa sungai pakit,satu gleder dan satu bomag yang di datangkan dan di perbantukan dari PT ASTRA AGRO LESTARI.

sebelumnya jalan poros desa sungai pakit kecamatan pangkalan banteng Kab:kota waringin barat,persisnya di wilayah RT satu adalah jalan aspal, seiring waktu karena jalan ini sering kebanjiran dan lama juga belum ada pengaspalan ulang,seperti inilah bentuknya.

Dengan di gleder dan di bomagnya jalan ini,mungkin dapat mengurangi resiko becek dan licin

inilah kepala Desa Sungai Pakit, nampak di atas gleder, memantau dan mengarahkan perbaikan jalan

. (MANTAP pak kepala desa satu ini)

Normalisasi Sungai Desa Sungai Pakit

Dalam upaya menyambut musim penghujan tahun 2014 kali ini, pemerintah desa Sungai pakit sudah mulai banyak berbenah, diantaranya dengan melakukan Normalisasi beberapa saluran air (sungai) yang ada diwiliayah Desa Sungai pakit, kecamatan:Pangkalan banteng, kota waringin barat. sera memperkokoh dan meninggikan tanggul-tanggul yang rawan banjir. Hal ini terlihat pada gambar di atas, nampak sebuah alat berat telah mengerjakan pengerukan serta peninnggian tanggul yang ada di wilayah Desa Sungai pakit, karena memang selama ini, tanggul yang ada di sebelah kanan dan kiri kali patih sering tenggelam, dan membanjiri sebagian rumah,jalan,serta tanaman sawit warga. dan hal itu juga terjadi manakala tanggul sungai yang berbatasan langsung dengan perkampungan warga terendam air, karena memang tinggi tanggul yang kurang sesuai dengan permukaan air.

Oleh karena itu, melalui kegiatan pembegoan kali ini diharapkan pada saat musim penghujan nanti warga masyarakat bisa tenang dalam beraktivitas sehari hari dan tidak takut perkampungan mereka terendam air seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Diberdayakan oleh Blogger.